Pj Bupati Raden Najmi Lantik Kepala SD dan SMP di Muaro Jambi, Tekankan Pendidikan Berkarakter!

Rabu 08-01-2025,11:37 WIB
Reporter : Edo Adri
Editor : Edo Adri

MUARO JAMBI, JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Penjabat (Pj) Bupati Muaro Jambi, Raden Najmi, bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Muaro Jambi, Budhi Hartono, menghadiri pelantikan serta pengukuhan kepala Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi. Acara ini berlangsung di Aula Dinas Pendidikan pada Selasa 07 Januari 2025.

Dalam pidatonya, Raden Najmi mengungkapkan apresiasi serta harapannya kepada para kepala sekolah yang baru dilantik. Ia menegaskan bahwa proses seleksi dilakukan secara ketat dengan mempertimbangkan aspek kompetensi, pengalaman, serta kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.  

"Saya ucapkan selamat kepada para kepala sekolah yang telah dipercaya mengemban tugas ini. Jalankan amanah dengan penuh tanggung jawab dan selalu berpegang pada peraturan yang ada," ujar Raden Najmi.  

Ia juga menekankan bahwa kepala sekolah yang dilantik merupakan individu dengan kredibilitas tinggi serta telah memenuhi standar profesionalisme yang telah ditetapkan. Dalam kesempatan ini, sebanyak 31 kepala sekolah resmi dikukuhkan, terdiri dari 17 kepala SD dan 14 kepala SMP.  

Selain itu, ia mengingatkan agar para kepala sekolah tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas akademik, tetapi juga memiliki peran aktif dalam membangun karakter peserta didik. Menurutnya, salah satu tantangan terbesar saat ini adalah bagaimana memastikan anak-anak tetap berada dalam lingkungan yang positif dan terhindar dari pengaruh negatif sosial.  

"Saya ingin kepala sekolah menjadi ujung tombak dalam menanamkan nilai-nilai karakter pada siswa. Jalin komunikasi yang baik dengan orang tua dan terapkan pendekatan yang lebih humanis dalam pembelajaran,"tegasnya.  

Raden Najmi juga menekankan pentingnya menyelesaikan berbagai permasalahan pendidikan dengan kebijaksanaan tanpa melibatkan tindakan kekerasan. Kepala sekolah diharapkan memiliki empati yang tinggi terhadap peserta didik serta dapat berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan, MKKS, dan K3S untuk menangani berbagai persoalan yang muncul secara bijak.  

"Jangan sampai konflik antara guru dan murid berujung pada jalur hukum. Mari kita bersama-sama berkomitmen membangun pendidikan yang lebih berkualitas demi mencetak generasi unggul yang mampu membawa kemajuan bagi bangsa," pungkasnya.  

Kategori :