“Pencapaian Kurniah ini adalah kebanggaan bagi kami. Ini bukan hanya soal prestasi, melainkan hasil dari program pembinaan jangka panjang yang kami jalankan bersama komunitas lokal,” ujar Fenti Rakhmawati, koordinator pendidikan Corporate Social Responsibility (CSR) PT SAL.
Fenti percaya, akses pendidikan yang berkualitas adalah fondasi utama untuk menciptakan masyarakat yang lebih maju dan berkembang.
BACA JUGA:Bikin Geram! Warga Paal Merah Bongkar Kost Mahasiswi di Muaro Jambi, Lalu Cabuli Korbannya
Menurutnya, Kurniah menjadi simbol bahwa anak-anak dari komunitas adat seperti SAD memiliki potensi luar biasa untuk bisa berkembang dan berkontribusi dalam sektor-sektor penting, termasuk bidang kesehatan.
Ia berharap, melalui pendidikan batas-batas tradisi dan sosial dapat dilalui, memberikan kesempatan bagi masa depan yang lebih inklusif dan seimbang.
Sementara itu, Administratur PT SAL, Rian Rizaldi Kurniawan mengatakan bahwa setiap anak memiliki potensi besar.
Tak peduli dari mana mereka berasal, lewat pendidikan, PT SAL ingin membuka jalan agar mereka bisa terus bertumbuh, berkembang, hingga suatu saat kembali membangun komunitasnya.
BACA JUGA:Geger! Warga Lampung Ditemukan Tewas di Sungai Jujuhan Bungo Setelah 2 Hari Hilang
“Kurniah adalah contoh nyata dari semangat itu. Kami akan terus mendukung lebih banyak generasi muda untuk berani bermimpi dan mewujudkannya,” tegas Rian Rizaldi.
Pada momen peringatan Hari Kartini, Kurniah patut menjadi contoh nyata Kartini masa kini. Dengan semangat pantang menyerah dan tekad yang luar biasa, ia berupaya mengubah hidup.
Meskipun tumbuh dalam lingkungan yang penuh tantangan, melalui pendidikan Kurniah berusaha meraih cita-cita.
Dia juga membuktikan bahwa masa depan tidak ditentukan dari mana seseorang itu berasal, melainkan dari keberanian untuk terus melangkah.
BACA JUGA:Air Kelapa Dinilai Bermanfaat untuk Ibu Hamil, Ini Penjelasan Dokter Spesialis Kandungan
BACA JUGA:Sanksi Bayar di Tempat! Bagi yang Terjaring Razia Kendaraan Mati Pajak di Kota Jambi