Tarif Trump Picu Lonjakan Harga Emas, Diprediksi Tembus 3.200 Dolar AS!

Tarif Trump Picu Lonjakan Harga Emas, Diprediksi Tembus 3.200 Dolar AS!

Tarif impor AS atau dikenal tarif Trump, diprediksi akan memengaruhi harga emas. -ist/jambi-independent.co.idr-

JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Harga emas dunia diprediksi akan terus meroket hingga mencapai level 3.200 dolar AS per troy ons dalam waktu dekat, imbas dari tarif Trump

Prediksi harga emas ini dilontarkan oleh pengamat mata uang, Ibrahim Assuabi, yang menilai kebijakan tarif impor Amerika Serikat (AS) atau tarif Trump menjadi pemicu utama.

Tarif Impor AS dan Ketegangan Geopolitik Dongkrak Harga Emas

"Tadi pagi sempat menyentuh level 3.180 (dolar AS per troy ons) ya artinya ada kemungkinan besar dalam minggu depan ya 3.200 (dolar AS per troy ons), itu akan tercapai untuk harga emas dunia. Karena permasalahan tensi geopolitik yang begitu kencang ya," kata Ibrahim Kamis 3 April 2025.

Selain kebijakan tarif impor, ketegangan geopolitik yang meningkat, terutama di Timur Tengah, juga menjadi faktor pendorong kenaikan harga emas. 

BACA JUGA:Tawuran di Tanjab Barat Pakai Pistol Mainan, Polisi Amankan 10 Pelaku

BACA JUGA:PSU Bungo, Ini Persiapan Pasangan Jumiwan Aguza dan Maidani

Emas dianggap sebagai aset lindung nilai yang aman di tengah ketidakpastian global.

AS akan mengenakan tarif impor khusus kepada beberapa negara mulai 9 April 2025. Indonesia masuk dalam daftar negara yang terkena dampak, dengan tarif sebesar 32 persen.

Kebijakan ini diperkirakan akan berdampak negatif pada nilai tukar rupiah dan pasar keuangan Indonesia.

Ibrahim memprediksi rupiah bisa melemah hingga menyentuh level 16.900 per dolar AS, bahkan berpotensi menembus 17.000 per dolar AS.

BACA JUGA:Konsisten Terapkan Prinsip ESG untuk Bisnis Berkelanjutan, BRI Raih 2 Penghargaan Internasional dari The Asset

BACA JUGA:Negara Asia Tenggara yang Masuk Peringkat FIFA, Indonesia Nomor Berapa?

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga diprediksi akan mengalami penurunan 2-3 persen pada perdagangan Senin mendatang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: