Legenda Si Pahit Lidah dan Si Mata Empat, Cerita Rakyat dari Sumatera Selatan

Minggu 18-12-2022,08:50 WIB
Editor : Gita Savana

BACA JUGA:Ini 5 Makanan Korea Popular dan Viral di Indonesia Selama 2022

Dilain sisi, kandidat lawan harus naik keatas pohon dan menjatuhkan buah dan bunga dari pohon Aren. 

Si Mata Empat yang licik ini dari awal berniat mengelabui Pangeran Serunting.  

Ia menantang dirinya sendiri menjadi peserta pertama dan menyuruh si Pahit Lidah naik ke atas pohon.  

“Hei, si Pahit Lidah naiklah keatas pohon aren dan lihatlah kesaktian ku ini!,” teriak si Mata Empat.  

BACA JUGA:Wacana Kerinci-Sungai Penuh Gabung ke Provinsi Sumatera Tengah, Ini Respon Dewan 

BACA JUGA:5 Tempat Makan Tekwan Terkenal dan Enak di Kota Jambi, Awas Ketagihan

Tanpa sepengetahuan Pangeran Serunting, lawannya memiliki dua mata di belakang kepala yang bisa melihat segala bahaya. 

Ia dengan mudah bisa menghindari buah pohon aren. Sekalipun Pangeran Serunting menjatuhkan buah sebanyak tiga kali.

Masih menyombongkan kekuatannya, ia lantas bergantian naik keatas pohon.

Pangeran Serunting yang geram lawannya tidak celaka segera tidur menelungkup di bawah pohon aren.  

BACA JUGA:Ini 5 Tips Liburan Aman dan Nyaman Bagi Penderita Asma 

BACA JUGA:Aturan Terbaru, 3 Jenis BBM Ini Tak Boleh Dijual Mulai 1 Januari 2022, Bagaimana dengan Pertalite dan Solar?

“Hei, si Pahit Lidah siapkah kau dengan kematianmu?,” ledek si Mata Empat dengan sombongnya.  

“Jangan banyak omong, potong saja buah aren itu!,”  jawab si Pahit Lidah. 

Tidak bisa menghindari ketika buah aren berhasil dijatuhkan oleh si Mata Empat, si Pahit Lidah tertimpa buahnya. 

Kategori :